Petani buah naga Gianyar pakai sinar lampu listrik tingkatkan panen

portalwartawan.com – Petani buah naga di Kampung Lebih, Kabupaten Gianyar, Bali, memakai teknik pencahayaan dari lampu listrik buat menambah hasil panen hingga penghasilan semakin bertambah.

“œSemenjak kami memanfaatkan pencahayaan lampu listrik, tiap-tiap bulan dapat panen buah naga, tidak tiap-tiap bulan dapat panen,” kata Besar Wahyu, orang petani buah naga, Kamis.

Gede Wahyu memperjelas ada transisi musim panen buah naga yaitu setiapJanuari, Februari, Maret, April, September, Oktober, November dan Desember. Bekasnya Mei, Juni, Juli serta Agustus ringkas pohon buah naga tidak berbuah lantaran intensif cahaya matahari kurang maksimum.

“œBuah naga ada musimnya, bulan yang terdapat “œR” nya ia berbuah, bulan yang tidak ada “œR” nya ia tidak berbuah . Sehingga saya memasangkan lampu untuk memenuhi cahayanya, maka dari itu dapat panen tiap bulan dan dipasarkan pada harga yang cukup tinggi,” kata Besar Wahyu yang dekat dipanggil Dinor Gen.

Gede Wahyu menjelaskan berlangsung kenaikan hasil panen sampai 100 prosen selesai gunakan cahaya lampu pada musim yang tidak selayaknya panen.

Selain itu kualitas buah naga yang ditanamnya didukung oleh pemanfaatan pupuk organik untuk mendatangkan buah yang sehat serta bermutu. Dinor Gen mengatakan kalau pupuk organik dibikinnya sendiri.

“œBahan baku utamanya dari kotoran kambing, daun layu, rumput, serta sabut kelapa selaku sumber kalium. Semuanya bahan itu dicacah jadi kecil dan dilaksanakan peragian waktu dua minggu, kalaupun buat sendiri ongkosproduksinya kan rendah, jadi keuntungan dapat tinggi,” kata Dinor Gen yang profesinya sebagai arsitek.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Optimalkan Kerja sama Ekonomi Untuk Kemanfaatan Indonesia dan Australia

Dalam 1bulan, omset yang diterima Dinor Gen capai Rp15 juta – Rp 20 juta hasil dari panen buah naga yang capai satu sampai 1,5 ton.

“œSebenarnya banyak keinginan export dari China dan Rusia tetapi saya sadar diri, kadang-kadang untuk satu toko saja kekurangan buah. Satu hektar kebun yang saya mempunyai tak dapat penuhi paket export,” kata Dinor Gen.

Dalam memainkan budi daya buah naga organik ini, Dinor Gen menjelaskan kalau ia belajar secara otodidak.

“œSaya mengharap kebun ini dapat berusia panjang dan dapat alami perkembangan lantaran kebun ini saya dirikan dengan keluarga . Sehingga tidak untuk kesejahteraan saya sendiri namun keluarga saya dapat sejahtera ,” kata Dinor Gen.

Sementara itu, Tim Leader Service Konsumen serta Administrasi PT PLN (Persero) Gianyar I Wayan Sukarna menerangkan pencahayaan lampu listrik buat kebun buah naga di Gianyar itu dilayani lewat Program Tanggung Jawab Sosial serta Lingkungan (TJSL) yang dipunyai PLN.

“œIni searah dengan program PLN, namanya electricfying lifes. Teristimewa untuk buah naga, kecuali ia kerjakan penempatan listrik daya 1.300 VA untuk pencahayaan, kami memberinya kontribusi senilai Rp50 juta buat memajukan pembangunan ekonominya,” kata I Wayan Sukarna.