Harga MinyaKita di Surabaya terpantau stabil

Surabaya – Perusahaan Wilayah (PD) Pasar Surya menyampaikan harga MinyaKita di sebagian pasar tradisionil Kota Surabaya, Jawa Timur, termonitor konstan.

Direktur Penting PD Pasar Surya, Agus Priyo di Surabaya, Selasa, mengucapkan, harga MinyaKita termonitor konstan sama dengan yang dipasarkan di Pasar Wonokromo Surabaya dengan nilai jual maksimum Rp14 ribu per liter.

“Di Pasar Wonokromo kami periksa sekarang masih di angka Rp14.000, optimal. Di sebagian pasar yang lain pun diadukan pun demikian,” kata Agus.

Begitu pula perihalnya harga beras di banyak pasar tradisionil yang awalnya sempat alami peningkatan, akan tetapi sekarang ini relatif konstan.

“Jadi lebih kurang harga udah di bawah Rp9 ribu dan optimal Rp9 ribu per kg,” kata Agus.

Kepala Area Distribusi Perdagangan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, Devie Afrianto awal kalinya menuturkan Dinkopdag menggulirkan 23.904 liter MinyaKita ke beberapa pedagang ketengan dalam operasi pasar.

“Spesial bahan keperluan primer minyak goreng, orang jangan beli langsung dari distributor. Ini agar bisa menguasai harga,” ujarnya.

Devie memperjelas nilai jual minyak goreng terhadap penduduk penting sesuaikan harga ketengan paling tinggi (HET), optimal Rp14.000 per liter. Sedang, dari distributor ke pedagang, dipasarkan Rp12.600 ribu per liter.

“Jika buat paket seperti MinyaKita, itu dipasarkan ke orang jangan lebih dari Rp14.000, penting sama sesuai HET. Terkecuali, minyak goreng merek paket lain, umpama yang premium. Bila MinyaKita dipasarkan di atas HET, ya disampaikan,” tukasnya.

Baca Juga :  Diresmikan Presiden Joko Widodo, Kawasan Ekonomi Khusus Lido Serap Investasi dan Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Nasional

Dinkopdag mengadakan operasi pasar minyak goreng di delapan pasar tradisionil salah satunya Pasar Wonokromo, Pasar Tambak Rejo, Pasar Pucang serta Pasar Genteng Anyar, Balongsari, dan Pabean, kemarin.

Operasi pasar minyak goreng diselenggarakan kembali ke 16 serta 24 Februari 2023 untuk memperhitungkan peningkatan harga mendekati Ramadhan 1444 H. (Ant)