Mahasiswa PCU Unjuk Kepawaian Dalam Pameran Karya Digital Fashion

SURABAYA_portalwartawan.com ““ Mahasiswa semester tiga Textile and Mode Desain PCU (Petra Christian University) perlihatkan kemampuan kreasinya berwujud 3D prototyping serta digital composing. Beberapa kreasi tepat ini sebagai sisi dari mata kuliah Digital Mode.

Dosen Penanggung Jawab, Luri Renaningtyas, S.T., M.Ds., mengucapkan jika, bicara perihal dunia mode, kemajuan pastilah berlangsung cepat. Begitu halnya PCU selalu memberikan komitmennya dalam menolong mahasiswanya terutamanya di Textile and Mode Model program dalam hadapi halangan di industri model.

“œUntuk itu, sebelumnya akhiri saat liburan, beberapa mahasiswa dari kelas mata kuliah Digital Mode perlihatkan hasil kreasinya di kelas dengan topik resor wear,” kata Luri, Jumat, (03/02/23) di Laboratorium Mode PCU.

Menurut Luri, kreasi ini bukanlah cuman pakaian berlibur umumnya. Namun, mengusahakan penuhi keperluan warga saat ini yang penginnya apabila saat berlibur tidak usah bawa banyak busana namun cukup bawa sedikit busana saja karenanya dapat dibentuk buat jalanan tapi sekalian buat model.

“œMata kuliah ini telah ada sejak mulai tahun 2018 lalu. Angan-angannya banyak mahasiswa Textile and Mode Model PCU dapat menyelesaikan halangan dalam industri gaya yang perombakannya juga cepat maka mereka dapat persiapkan diri untuk masa datang,” jelasnya.

Dalam matkul ini beberapa mahasiswa belajar memanfaatkan software CLO 3D. Mahasiswa diberikan menjahit virtual untuk lantas mensimulasikan hasil bentuknya lalu membuat animasi bentuknya dalam suatu siaran maya mode show.

Baca Juga :  Unhas-Seirei Christopher University Jepang Sepakat Kerjasama Tingkatkan Kualitas Pendidikan dan Penelitian

Dijelaskan , di pekerjaan ini mahasiswa disuruh “˜promosikan”™ busana bentuknya berbentuk poto mode. 3D Prototyping yang dibikin di CLO3D dapat tampak realistik seakan-akan ada style pakai pakaian fisik sebenarnya. Metode kerjanya mahasiswa “˜menempelkan”™ virtual garmen (3D) ke” poto mode. Awal mulanya mahasiswa lakukan modifikasi gaya badan avatar CLO3D sebegitu rupa mencontoh gaya poto modenya, setelah itu bikin replikasi 3D garmen yang di draping ke gaya avatar barusan. Sehabis maka 3D garmen barusan di compose dengan photoshop.

Ketika industry mode manfaatkan state of the art software seperti CLO ini karena itu proses kreasi serta produksi garmen makin lebih efektif. Gak cuma itu designer tidak usah membikin sample fisik untuk berjualan hingga proses “œtime to pasar” pun bisa lebih cepat. Proses analisis semakin lebih cepat, “œdesigner itu nggak penting bolak kembali ke toko kain, coba kain, cari warna yang cocok.

“œHarapannya mahasiswa bisa menjajakan 3D garment busana sebagai NFT (Non-Fungible Token) di Metaverse bertepatan dengan physical twinnya kalau mahasiswa pun menghasilkan sample fisiknya,” pungkasnya.

Seperti, kreasi pakaian Ayrine Fluorensia, mahasiswa PCU semester tiga di atas dengan judul “˜Revenge Party”™ Photo mode dengan style yang kenakan 3D garment realistik. Pelaksanaan dijalankan dengan software CLO3D di MK Digital Mode.

Sementara itu kreasi pakaian Clarita Angel dikuasai warna putih hitam. Mahsiswa PCU semester tiga dengan judul “˜Two Dots”™ Photo mode dengan mode yang kenakan 3D garment realistik. Pembuatan dikerjakan dengan software CLO3D di MK Digital Mode. Gambar disamping kanan ialah screen shot virtual mode show. (*)

Baca Juga :  Bagaimana pengaruh iklim terhadap keragaman sosial budaya di indonesia?

· Pewarta : Ikhlas W · Photo : Spesial · Penerbit : Dwito