UKP Mardiono harap investasi Singapura perkuat ketahanan pangan RI

portalwartawan.com – Utusan Spesial Presiden RI Joko WidodoMuhamad Mardionomengharapkaninvestasi dari Singapura dapat banyak mengucur ke sisi-sisi yang bisa perkuat ketahanan pangan Indonesia, seperti tanaman pangan, peternakan, dan perikanan.

Mardiono saat lakukan diskusi dengan Menteri Senior Singapura Teo Chee Hean di Jakarta, Selasa, menyampaikan penanaman modal asing (PMA) Singapura waktu ini makin banyak masuk ke divisi perkebunan khususnya kepala sawit.

“Kami memandang masih ada jarak (kontradiksi) distribusi terbagi berbagai sektor dan jarak distribusi kewilayahan PMA dari Singapura. Jarak distribusi berbagai sektor terjadi di divisi perkebunan terlebih kelapa sawit yang lebih menguasai dibanding dengan investasi di bidang pertanian yang lain seperti tanaman pangan, peternakan, serta perikanan,” kata Utusan Khusus Presiden (UKP) RI Area Kerja Sama Pengentasan Kemiskinan dan Ketahanan Pangan itu.

Mardiono menguraikan masih ada dua ketimpangan distribusi investasi dari Singapura ialah berkaitan berbagai sektor dan kewilayahan.

Terkait sectoral, ia menyebutkan investasi Singapura lebih menguasai untuk kelapa sawit. Walaupun sebenarnya, ujarnya, divisi tanaman pangan, peternakan, dan perikanan adalah sumber daya ekonomi penting buat hadapi teror kelangkaan serta keriskanan pangan di hari esok.

“Ke-3 bidang ini pun yang sangat dekat dengan ekonomi area pedesaan serta tidak kalah kapasitas dan nilai jadi yang bisa dibangkitkan,”ujarnya.

Sedangkan, berkaitan kontradiksi distribusi investasi berkaitan kewilayahan, Mardiono menjelaskan ada perkembangan nilai PMA yang lebih besar dari Singapura, sebagaimana pada Propinsi Sulawesi tengah sepanjang tiga tahun akhir.

Baca Juga :  Meriahnya Pembukaan Onitsuka Tiger di TSM Makassar, Hadirkan Artis Ibukota

Namun, saluran investasi masuk yang lebih besar itu, katanya, belum berpengaruh langsung pada pengurangan kemiskinan di propinsi itu. Sulteng, tutur Mardiono, sekarang masih menjadi satu diantara propinsi pada tingkat kemiskinan tinggi di Indonesia.

“Sulawesi tengah menjadi salah satunya lokasi unggulan buat investasi PMA disektor industri pemrosesan mineral, utamanya smelter nikel. Karena propinsi ini sekarang masih menjadi satu diantara propinsi dengan angka kemiskinan paling tinggi, pasti kita menginginkan investasi di Sulawesi tengah yaitu investasi yang inklusif serta bawa pemercepatan atasi kemiskinan di wilayah ini,”katanya.

Mardiono mengharapkan kerja-sama di antara Indonesia serta Singapura bisa makin berkembang sama dengan yang terjadi sampai kini.

Indonesia serta Singapura, ujarnya, ialah partner vital maka dari itu kooperasi yang terhubung diinginkan bisa membuat nilai lebih ekonomi, berikan pengaruh sosial yang makin luas utamanya pemercepatan penurunan kemiskinan, pembangunan pedesaan, dan ketahanan pangan.

Menurut data Tubuh Sinkronisasi Penanaman Modal (BKPM), aktualisasi PMA Singapura dalam sepuluh tahun akhir di Indonesia gapai 87,03 miliar dolar AS yang disalurkan dalam 60.483 project.