Asesor LAMDIK Lakukan Asesmen Lapangan Prodi Piaud UIN Alauddin Makassar

Portal Wartawan, MAKASSAR – Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan (LAMDIK) mengirimkan tim asesor guna melakukan asesmen lapangan pada program studi (Prodi) Pendidikan Islam Anak Usia Dini (Piaud) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Selasa (14/5/2024).

Tim asesor yang terdiri dari Prof Dr Suyadi M A dan Dr Fetty Ernawati S Psi M Pd, diterima oleh Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, di Ruang Rapat Gedung Rektorat, Kampus II UIN Alauddin Makassar.

Prof. Hamdan Juhannis menyambut baik kunjungan tim asesor LAMDIK dan mengungkapkan rasa syukur atas kedarangan mereka, dengan tujuan meningkatkan kualitas pendidikan di UIN Alauddin Makassar.

Setelah penerimaan, kegiatan Asesmen Lapangan dilanjutkan dengan pembukaan di Ruang Rapat Senat FTK. Dihadiri oleh para pimpinan fakultas dan pimpinan prodi sejajaran FTK.

Dalam sambutannya, Dekan FTK Dr H Andi Achruh M Pd I mengaku Tim Borang dari FTK sangat bersemangat, karena Asesor berasal dari keluarga sesama PTKIN.

“Kita sedang berada dalam suasana kekeluargaan, karena memang kita satu keluarga PTKIN. Dan inilah yang membuat kami lebih bersemangat, tetapi tentu kita harus tetap mengedepankan basic kinerja. Sesuai dengan motto fakultas kita, yakni unggul dalam kinerja, terdepan dalam kekeluargaan,” tuturnya.

Prof Dr Suyadi M A, sebagai salah satu anggota tim asesor menyampaikan, Prodi Piaud punya sepak terjang yang menjanjikan, terlebih nanti ketika institusi telah menganut sistem PTN-BH.

Baca Juga :  Sidang Kelulusan SPAN-PTKIN 2024

“Kita harus mulai mindset nya dibuka, nanti kalau sudah berubah menjadi PTN-BH, Prodi Piaud bisa lebih mahal dan lebih menjanjikan daripada prodi yang lain. Lulusannya bisa jadi guru di China, Taiwan, Hongkong, karena orang-orang di sana sangat suka dengan Indonesia dikarenakan sifat profesional dan humanis nya,” ucapnya.

Lanjut, Prof Suyadi menuturkan, desain dari Prodi Piaud di FTK UIN Alauddin sudah nasional bahkan internasional. Jadi hal tersebut, menjadi peluang dimulai dari kegiatan akreditasi ini.

“Kami tidak akan melakukan penghakiman, kita lebih ke sharing dengan tujuan mengkonfirmasi data, dan juga yang paling penting ialah melakukan pembinaan,” lanjutnya.

Terakhir, Ia mengatakan tim nya akan melihat lebih kepada performa yang disajikan.

“Meskipun komplain juga penting, tetapi kami juga coba membuktikan dari sisi performa. Nanti tim akan dibagi menjadi dua, ada yang menilai secara kuantitatif dan kualitatif,” Ia mengakhiri.