Gelar Diskusi di Stanford University, Menkeu Sri Mulyani Paparkan Peran Penting APBN

#image_title

Jakarta ? Dalam rangkaian kunjungan kerja di San Francisco, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani juga menghadiri Roundtable Discussion bersama faculty members dan scholars Shorenstein Asia-Pacific Research Center (APARC) di Stanford University pada Selasa (14/11/2023) waktu setempat.

Dalam Roundtable Discussion tersebut, Menkeu menjelaskan peran penting APBN dalam mencapai tujuan Indonesia Maju, melakukan transformasi ekonomi, dan melindungi masyarakat dari berbagai gejolak seperti pandemi, kenaikan inflasi dan suku bunga global, disrupsi supply chain, dan peningkatan tensi geopolitik.

Menteri Keuangan juga secara khusus menjelaskan peranan fiskal dalam mendukung agenda climate change melalui sustainable finance, membangun carbon market, dan berbagai insentif untuk transisi energi menuju ekonomi hijau.

“Kami disambut hangat oleh Prof Donald K. Emmerson, Director of the Southeast Asia Program dari APARC yang banyak menulis mengenai Indonesia. Scot Marciel yang juga mantan Dubes Amerika Serikat di Indonesia dan Oksenberg-RohlenFellow, the Freeman Spogli Institute for International Studies. Juga berbagai scholars dari Jepang Australia dan ada juga pak @gwirjawan yang merupakan Visiting scholar APARC dan beberapa mahasiswa yang sedang menimba ilmu di Stanford,” ujar Sri Mulyani sebagaimana dikutip dari laman resmi Instagram @smindrawati.

“Saya juga ngobrol dengan Tom Heller mengenai berbagai isu transisi energi dan sustainable financing terutama dari private sector,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu juga mengungkapkan bahwa Kemenkeu dan LPDP akan menjalin kolaborasi riset di bidang kebijakan fiskal untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus mewujudkan visi Indonesia Maju 2045. (Red)

Baca Juga :  Pencabutan PPKM Berdampak Signifikan pada Sektor Pariwisata