Bisnis  

Lewat Program Jawara UMKM, Genjot Pendapatan Pelaku Usaha di Kota Bengawan

Solo ” Beberapa ratus eksekutor Usaha Micro, Kecil serta Menengah (UMKM) didorong naik kelas lewat program perubahan jaringan pengusaha memiliki daya atau. Mereka dapat manfaatkan jaringan digital sampai masuk pasar global.

“Jumlahnya peserta Jagoan UMKM sejumlah 100 dengan pelbagai type produk mulai dengan kulineran, fasion sampai piranti rumah tangga. Mereka bakal meng ikuti program Juara UMKM sampai tahun akhir,” jelas Founder Juara UMKM,saat dijumpai peliput di acara kickoff program Jagoan UMKM di Solo Technopark, Sabtu (17/6).

Dikatakan, program Jagoan UMKM utamakan pada pemanfaatan serta peningkatan UMKM di Kota Bengawan. Pemanfaatan serta peningkatan UMKM itu berwujud training inkubasi usaha dan pengiringan marketing produk.

Pelaku UMKM, kata Astrid, dibawa buat bersinergi dengan beberapa pihak external seperti perbankan dan instansi keuangan buat menolong akses pendanaan. Selesai mendapati akses pendanaan, mereka dapat dikawal biar bertranformasi digital untuk mengungkit laba pemasaran.

Selain itu, produk UMKM yang miliki potensi tembus pasar perdagangan internasional dapat dikurasi oleh tenaga kurator professional dalam rumah kurasi.

“Ini peluang dan kemungkinan besar buat aktor UMKM supaya dapat Go Global, Go Digital, serta Go Financial. Perkembangan bidang UMKM berperan kepada ekonomi wilayah,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi serta UKM Solo, Wahyu Kristina menjelaskan, Pemerintahan Kota (Pemerintah kota) Solo concern kepada peningkatan UMKM sebagai motor pendorong ekonomi wilayah. Soal ini searah dengan 17 program fokus yang digelindingkan di 2023.

Baca Juga :  Perkuat Pasar di Sulut, Kalla Translog & Unilever Groundbreaking New Concess Wall’s Airmadidi

Menurutnya, ada dua masalah dalam pemanfaatan dan peningkatan UMKM. Banyak aktor UMKM yang tidak konstan dalam mengawasi kualitas produk.

“Saat ini dapat order satu atau dua masih bagus. Namun saat dapat order lebih pada 100 lewat. Kalaupun proroduknya kemeja, ada yang jahitannya berlubang atau mungkin tidak sesuai . Maka kestabilan jaga kualitas produk itu sangat perlu,” tangkisnya.

Persoalan yang lain, kata Ina, akses marketing masih yang kurang. Ia menggerakkan banyak pelaksana UMKM membuatan jaringan serta rekan usaha buat memperkokoh marketing produk.

“Apa fungsinya memecut produk bila tidak teresap oleh pasar. Lewat Juara UMKM, beberapa produk UMKM bisa lebih cepat teresap pasar,” ujarnya.

Dalam acara itu, ikut ada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Nugroho Joko Prastowo, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo, Ferry Septha Indrianto dan Ketua Himpunan Pebisnis Muda Indonesia (Hipmi) Solo, Respati Ardi.