St Magfirah Nasir Jadi Doktor Termuda Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Portal Wartawan, MAKASSAR – Mahasiswa Prodi Ilmu Hadis Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, St Magfirah Nasir S Ag M A C STMI, berhasil meraih gelar doktor (S3) setelah mempertahankan disertasi, yang berjudul Kesetaraan Politik Perempuan Perspektif Hadis.

Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Direktur Pascasarjana, Prof Dr H Abustani Ilyas M Ag, di Gedung Profesi Pendidikan Guru (PPG) UIN Alauddin Makassar, Selasa (7/5/2024).

Sidang Promosi tersebut dihadiri oleh Dosen Pascasarjana Pendidikan Agama Islam Unismuh Assoc Prof Dr Abd Rahim Rasyid M Pd, Rektor Institut Parahikma Indonesia Dr Nurhayati Azis, Pengurus MUI Fahmi Jalaluddin S Hi M Pd, Direktur Pondok Pesantren Ahlus Shidqi wa Rahmah Dr Aisyah Arsyad M A, Tim Pengelola Lembaga Pendidikan Mahasantri Kab-Gowa Dr Abdul Ghany M Th I, serta beberapa dosen UIN Alauddin Makassar.

Dalam presentasinya, Magfirah menjelaskan tentang posisi perempuan dalam keikutsertaan di bidang politik, khususnya menggunakan pendekatan kajian hadis.

Menurutnya, Nabi Muhammad saw telah mengajarkan kepada manusia nilai-nilai kebaikan, keadilan dan kesetaraan, dalam seluruh bidang kehidupan manusia.

“Tidak hanya itu, banyaknya riwayat-riwayat hadis yang mendukung akses dan keterlibatan perempuan. Meskipun, tidak dapat dipungkiri adanya hadis-hadis yang dinilai misoginis, tentunya berdampak kepada posisi perempuan yang harus memilih yaitu lebih baik memperjuangkan kesetaraan atau menjadi ibu rumah tangga,” jelasnya.

Perempuan kelahiran Makassar itu, memberikan motivasi, agar terus belajar dan tidak cepat berpuas diri.

Baca Juga :  Poltekpar Makassar Kembali Menggelar Widyawisata 2024

“Saya belum menikah, sehingga untuk mengeluh malu, apalagi impian ini untuk masa depan. Belajarlah terus membuat diri tidak merasa puas terhadap satu hal, teruslah belajar membuat diri tidak terkesan angkuh,” ujarnya.

Dr St Magfirah Nasir menyelesaikan studi S3 nya diusia 27 tahun, dan dinobatkan sebagai Doktor termuda di Pascasarjana UIN Alauddin Makassar, dengan durasi tercepat yakni 2 tahun 8 bulan, serta mendapatkan IPK 3.98 predikat cumlaude.