Tim FK Unhas Diundang sebagai Narasumber pada Simposium Internasional di Kyoto Jepang

#image_title

Portal Wartawan, MAKASSAR – Sebagai tindak lanjut dari kerjasama antara Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) dengan Asia and African Area Studies (Asafas) Kyoto University, Jepang, pihak Kyoto University mengundang pihak FK Unhas untuk membahas dan mempresentasikan rencana penelitian yang merupakan bagian dari Maritime Asia Pacific Studies (MAPS) yang dibiayai oleh National Institute of Humanity Jepang.

Proyek penelitian ini melibatkan institusi ternama di Jepang yaitu Tokyo University, Kyoto University, National Museum Ethnology, Tokyo Metropolitan University dan Toyo University. Simposium internasional tersebut dilaksanakan pada tanggal 26-28 Januari 2024 di Kyoto University, Jepang.

Delegasi FK Unhas terdiri dari Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D (Guru Besar FK Unhas) dan Dr. dr. Andi Alfian Zainuddin, M.KM (Wakil Dekan Bidang Kemitraan, Riset dan Inovasi) serta Prof. dr. Muh. Nasrum Massi, Ph.D, Sp.MK (Ketua LPPM Unhas) yang juga Guru Besar FK Unhas.

Tim FK Unhas yang diwakili oleh Prof. dr. Irawan Yusuf, Ph.D mempresentasikan desain penelitian dengan judul ?Syndemic Approach of Diseases Burden in Wallacea Region; Geospatial and Network Analysis?.

Prof Irawan menyampaikan bahwa area Wallacea yang terdiri atas wilayah Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Nusa Tenggara memiliki keanekaragaman bukan hanya pada sisi ekologi tetapi juga adanya karakteristik penyakit tertentu yang saling berinteraksi baik dengan penyakit lainnya, faktor sosial dan ekonomi serta faktor lingkungan lainnya.

Baca Juga :  Unhas dan Universitas Udayana Sepakat Jalin Kerja Sama Peningkatan Mutu Pendidikan dan Kolaborasi Riset

FK Unhas merupakan satu-satunya delegasi dari Indonesia bersama beberapa peneliti internasional dari negara lain seperti Jerman, Palau, Kepulauan Solomon serta dari Jepang sendiri.

Dr Alfian menyatakan bahwa acara ini merupakan awal tindak lanjut kerjasama yang telah ditandatangani kedua belah pihak pada bulan Desember 2023 yang lalu dan diharapkan menghasilkan suatu riset kolaborasi utamanya di area Asia Pasifik.