Daerah  

Ketua PKB Banten Ahmad Fauzi: PKB Mewarnai Satu Abad NU

#image_title

DPW PKB Banten menggelar Tasyakur dan Doa Satu abad NU bertempat di Sekretariat DPW PKB Banten di Serang, Banten (7/2). Sekretariat megah yang diresmikan Cak Imin 2022 ini jadi meriah dengan kehadiran ratusan orang dari Pengurus DPW PKB Banten, Anggota FPKB DPRD Banten dan warga NU serang.

Acara mulai siang hingga tengah malam berupa doa, santunan yatim, hataman qur’an, istighotsah, tawashul, tahlil dan ditutup potong tumpeng.

Sekertaris DPW PKB Banten H. Umar Barmawi menjelaskan, ini sebagai syukuran 1 Abad NU, karena PKB yang didirikan NU tentu sangat berbahagia atas usia 100 tahun NU.

“Semua rangkaian kegiatan ini kami persembahkan untuk 1 Abad NU, dengan doa untuk masa depan NU semakin maju, maslahat untuk umat dan keberkahan dalam perjuangan memasuki abad ke-2 NU,” katanya, Selasa (7/2).

Ketua Dewan Syuro DPW PKB Banten KH. Aom Muhtadi terpantau memimpin langsung kegiatan tasyakur dan doa Satu Abad NU.

Ketika ditanya, dirinya yakin NU bisa bertahan karena keihlasan para ulama pandiri dan penggerak NU di seluruh nusantara, itu yang pertama.

Kedua, kekuatan dan kesungguhan doa para ulama pendiri dan penggerak NU.

Ketiga, dengan santunan yatim, khotmil qur’an, tawashul dan tahlil tentunya mengahrap ridlo Allah SWT. dan tabarrukan dari ulama pendiri dan penggrak NU.

Ditempat yang sama, Ketua DPW PKB Ahmad Fauzi meyatakan dalam perjuangan NU selama 100 tahun (kalender Hijriyah) ada catatan penting yang dapat menjadi refleksi bagi warga nahdliyin.

Baca Juga :  Calon Bupati Bengkulu Utara 2024, Tim Arie Ambil Formulir ke DPD PAN

“Semua gerakan NU sebagai respon atas problem kemsayarakat dan keagamaan, selalu bertujuan untuk peningkatan kwalitas kehidupan umat,” jelasnya.

Dia tambahkan, respon itu selalu kombinasi kekuatan akal dan spiritual sehingga semua ulama dan penggerak NU selalu terjaga dalam memperjuangkan kemaslahatan umat.

“Termasuk ketika NU mendirikan PKB, sebagai respon atas reformasi supaya NU memiliki alat politik praktis,” tegasnya.

Itu terbukti dengan mengantarkan KH. Abdurrahaman Wahid sebagai Presiden kalangan ulama dan santri menjadi anggota legislatif pusat dan daerah, beberapa menteri dari santri dan KH Makruf Amin menjadi wakil presiden.

Baginya, keputusan PB NU era Gus Dur mendirikan PKB terlihat jelas dapat melakukan berbagai perbaikan kwalitas umat.

“Kalau saja NU tidak mendirikan PKB, rasanya tidak ada terobosan baru dalam perjuangan NU dan kurang warna dalam menyambut 1 Abad NU,” tutupnya.